"
"
Bawalah ilmu padi diladang, tambah berisi tunduk kebawah, bila diri ingin terpandang jauhi kata tinggi melambung, jauhi sifat ayam dikandang bertelur satu ribut sekampung, jauhi sifat mengaku pandai, angkuh dan sombong, menepuk dada, ingat petuah penyu dipantai telur beratus tak pernah bangga, bila ingin harum bak mawar jauhi sifat meninggi diri, bisa ular tidakkan tawar walau menyuruk datang berduri
"
"
Ada yang punya pengalaman horor di kantor? ceritain dong gess. kita adu yang paling ekstrim. tapi harus riil yaa bukan ngarang
"
"
saya berpikir struktur organisasi di bps sekarang justru semakin jauh dari ideal, seharusnya dgn sistem fungsional spt skrg ini, birokrasi lbh ringkas, pekerjaan lebih cepat krn semua unsur "berfungsi", sdh enggak jaman style bos-bos an. ringkasnya "bos" menjadi sedikit krn semua org bekerja, itulah hakikat fungsional. tapi yg terjadi malah semakin banyak bos, beberapa ketua tim (enggak semua ya, no offense) yg memposisikan diri sbg bos, memberi perintah dan mendelegasikan pekerjaan tanpa terlibat scra lgsg dgn pekerjaan tsb, pdhl ketua tim bukan bos, mrk jg fungsional yg hrsnya bekerja justru dgn tingkat kesulitan pekerjaan yg lbh tinggi drpd jabatan fungsional di bawahnya. sya terus berharap bps melihat ini sbg ssuatu yg mencemaskan, sistem fungsional malah salah arah dan semakin jauh dr tujuan. kalau dibiarkan terus kondisi spt ini, lama kelamaan lingkungan kerja akan jd toxic, anggota tim akan mengalami kelelahan fisik dan mental, semoga segera ada perubahan, jujurly sistem struktural yg lalu justru lebih baik dan lebih cocok utk bps.
"
"
Apa cuma saya yang ngerasa suasana lt2 yang banyak foto & lukisan tangga dari lt3 ke lt4 itu berasa angker banget ya, ngerasa mata di gambar itu kayak ngikutin
"
"
Di dinding bercerita ini bisa gak dibuat lebih interaktif, jadi cerita bisa dikomentari dan saling balas membalas komentar?
"
"
Menjadi working mom ternyata luar biasa ya! lelahnya, senengnya, capeknya, bahagianya, semua campur aduk, yang tadinya fokus, sekarang pikirannya kebagi ke 1000 hal yang harus dipikirin, kerjaan plus dramanya, rumah, anak, pasangan, dan hampir terlupakan diri sendiri...pokoknya salut banget buat seluruh working mom di dunia khususnya ibu-ibu hebat di sumsel ini...semoga Allah selalu mudahkan jalannya dan kuatkan pundak kita semua dalam mengemban semua amanah ini Aamiin, yuk buibu kita tarik nafas sejenak, pejamkan mata sebentar, nangis sedikit boleh, abis itu senyum dan semangat lagi!
"
"
Baru-baru ini aku belajar hal baru. Selama ini aku tidak mengembangkan rasa empati, selalu bersikap cuek dan tak acuh. Bahkan branding diriku sudah tidak ramah, jarang senyum dan sebagainya. Sebenarnya itu bentuk perisai, pertahanan diriku untuk menghadapi dunia yang jauh tidak ramah. Kemudian kemarin, aku mendengar suatu hal.. Suatu cerita yang awalnya menurutku sangat sepele. Jika aku pemeran utama cerita itu, maka itu sama-sekali tidak menganggu. Tapi ku lihat teman yang bercerita itu menundukkan kepala, tidak tersenyum dan matanya tidak bercahaya. Aku langsung termenung dan berfikir.. ternyata apa yang kukira sepele, bisa benar-benar menganggu orang lain. Aku jadi belajar setiap perasaan orang mungkin berbeda, setiap masalah orang tidak sama dengan kapasitas kita menerimanya. Pada dasarnya kita tidak boleh mengecilkan suatu hal, termasuk kebahagiaan kita sendiri. Aku harap kalian yang membaca ini bisa belajar juga, untuk menjaga sikap kita karna bisa jadi sikap yang menurut kita kecil adalah alasan seseorang menangis.
"
"
Kita berdebat tentang kebijakan negara. Tetapi yang akan dikenang oleh anak-anak kita bukanlah defisit APBN atau ICOR— melainkan apakah kita sempat duduk bersama mereka di meja makan. Kita mendiagnosis krisis. Tetapi yang akan dirasakan oleh pasangan kita bukanlah indeks persepsi korupsi— melainkan apakah kita masih bisa tersenyum setelah seharian berperang dengan dunia. sering kali terjebak dalam ilusi urgensi: Mengira bahwa menyelamatkan negara lebih penting daripada menyelamatkan hati sendiri. Padahal, orang yang hancur di dalam tidak akan bisa memperbaiki apa pun di luar. Orang yang mengabaikan orang terkasih demi "perjuangan besar" sering kali menang dalam debat tetapi kalah dalam hidup. Merawat diri dan keluarga bukan pelarian dari tanggung jawab. Ia adalah fondasi tanggung jawab itu sendiri. Semangat yang baik bukanlah semangat yang membakar diri sampai habis. Ia adalah semangat yang: tahu kapan mendorong, tahu kapan beristirahat, tahu bahwa produktivitas bukan ukuran nilai diri, dan tahu bahwa di balik setiap target kerja, ada manusia yang butuh kehadiran kita, bukan sekadar pencapaian kita. Sehat selalu. Bahagia selalu. Keluarga dan orang-orang terkasih adalah alasan paling mendasar untuk semua yang kita perjuangkan.
"
"
Wahai para penjilat papan atas..musnahlah!!!
"
"
In this economy, gaji rasanya makin ga ada harga diri, side hustle sepertinya solusi
"
"
Membagi pekerjaan dengan adil itu seperti merangkai sebuah aransemen musik. Pemain drum tidak bisa dipaksa meniup seruling, dan pemain piano tidak perlu memukul simbal. Saat setiap orang diberikan beban kerja yang sesuai dengan kapasitas dan keahliannya, tidak akan ada yang merasa dieksploitasi atau merasa tidak berdaya. Di situlah keadilan bekerja: bukan membuat semua orang melakukan hal yang sama, melainkan memastikan semua orang berkontribusi secara optimal sesuai dengan keahliannya